4 Tekstur Hammered (Babaran) yang Membuat Lampu Tembaga Semakin Cantik
- Hans Copper
- Dec 23, 2025
- 2 min read
Dalam dunia kerajinan tembaga, tekstur bukan sekadar hiasan, ia adalah “sidik jari” yang memberi karakter pada sebuah lampu. Teknik ini disebut babaran, atau dalam istilah internasional lebih dikenal sebagai hammered texture.
Setiap tipe babaran menciptakan pantulan cahaya dan nuansa yang berbeda. Berikut empat jenis babaran dasar yang paling sering digunakan:
1. Babar Urut (Linear Hammered)
Tekstur ini memiliki pola pukulan yang tersusun rapi, berbaris, dan mengikuti arah tertentu. Karakteristiknya:
garis ritmis yang konsisten,
tampilan elegan dan modern,
cocok untuk desain minimalis dan simetris.
Pantulan cahaya dari babar urut cenderung halus, memberikan highlight berlapis yang membuat permukaan tembaga tampak lebih premium.
2. Babar Acak (Random Hammered)
Seperti namanya, pola ini memiliki pukulan yang tidak teratur dan lebih organik.
Kesan yang dihasilkan:
tekstur alami dan artistik,
karakter handmade yang kuat,
kesan rustic namun tetap berkelas.
Babar acak adalah favorit untuk desain yang ingin menunjukkan sisi artisan dan ketidaksempurnaan yang indah.
3. Babar Batu (Stone Hammered)
Teksturnya menyerupai permukaan batu alam—padat, rapat, dan bertekstur kasar.
Kelebihannya:
pantulan cahaya lebih dramatis,
memberi kesan kokoh dan mahal,
cocok untuk lampu besar atau statement piece.
Jenis ini sering dipakai untuk proyek interior yang ingin tampil berani dan kaya tekstur.
4. Babar Cacah (Small Lines Hammered)
Pola ini berisi pukulan garis pendek berurutan, menciptakan grid kecil yang unik.
Karakter khasnya:
tampilan artisanal yang eksotis,
pola rapat yang memecah cahaya dari berbagai arah,
nuansa tradisional namun tetap modern.
Babar cacah cocok untuk desain tembaga yang ingin tampil sangat detail dan bernuansa klasik.
Kenapa Tekstur Hammered Begitu Penting?
Karena tekstur memengaruhi:
cara cahaya memantul,
nuansa visual ruang,
karakter handmade,
nilai estetika dan seni lampu.
Tekstur hammered adalah identitas: setiap lekuk, setiap pukulan palu adalah jejak tangan pengrajin.

























Comments