top of page
Search

Hans Copper: Menyatukan Cahaya, Seni, dan Nilai Ibadah dalam Proyek Lampu Masjid

Bagi Hans Copper, merancang lampu masjid bukan sekadar menciptakan pencahayaan. Ini adalah perjalanan menghadirkan cahaya yang memiliki makna, cahaya yang menemani doa, menenangkan hati, dan menghormati ruang suci.


Setiap proyek lampu masjid yang kami kerjakan berangkat dari satu prinsip sederhana: keindahan harus hadir tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah.

Cahaya yang Berangkat dari Niat

Proyek lampu masjid dimulai bukan dari bentuk, melainkan dari pemahaman ruang dan fungsinya. Kami mempelajari tinggi kubah, arah pandang jamaah, hingga karakter arsitektur masjid.

Cahaya tidak boleh menyilaukan, namun harus cukup untuk menerangi ruang secara merata.

Dalam proyek seperti di Masjid Zazet, cahaya ditempatkan sebagai elemen yang menyatu dengan kaligrafi dan ornamen dinding, bukan untuk menonjolkan diri, melainkan melengkapi.





Material Kuningan sebagai Simbol Ketahanan dan Keanggunan

Kami memilih kuningan bukan semata karena keindahannya, tetapi karena karakternya yang kuat dan abadi. Warna keemasan alami kuningan memantulkan cahaya dengan lembut, menghadirkan suasana hangat yang sesuai dengan nilai spiritual masjid.


Seiring waktu, kuningan akan membentuk patina halus, sebuah proses alami yang justru memperkaya karakter lampu, bukan menguranginya. Bagi kami, ini adalah simbol ketenangan dan kedewasaan, selaras dengan perjalanan ibadah itu sendiri.


Cahaya sebagai Penghubung

Bagi kami, cahaya adalah penghubung antara ruang dan jiwa. Ia menemani jamaah dalam diam, sujud, dan doa. Setiap titik cahaya diatur agar menciptakan rasa aman, tenang, dan khusyuk.


Ketika lampu dinyalakan untuk pertama kalinya, momen itu selalu sama: ruang terasa hidup, namun tetap hening.

Komitmen Hans Copper

Hans Copper tidak mengejar kemegahan semata. Kami berkomitmen menciptakan karya yang:

  • menghormati nilai ibadah,

  • mengangkat seni kerajinan lokal,

  • dan bertahan dalam waktu.

Setiap proyek lampu masjid adalah amanah—dan kami menjaganya dengan sepenuh hati.


Penutup

Dalam setiap proyek lampu masjid, Hans Copper percaya bahwa cahaya terbaik adalah cahaya yang tidak meminta perhatian, namun selalu terasa kehadirannya. Cahaya yang lahir dari niat baik, tangan terampil, dan penghormatan pada ruang suci.

Itulah cara kami menghadirkan cahaya—dengan tenang, dengan hormat, dan dengan makna.

 
 
 

Comments


bottom of page